Tampilkan postingan dengan label Mengenal Binatang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mengenal Binatang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Maret 2006

Bebek Ancona



Bebek Ancona adalah salah satu jenis bebek di dunia yang merupakan keturunan dari Bebek Runner dari India dan Bebek Huttegem dari Belgia. Bebek Ancona adalah salah satu jenis bebek yang langka. Jenis bebek ini dikembangkan di inggris selama abad ke 20, jenis bebek ini tidak diketemukan di Amerika , walaupun pada saat ini jumlahnya meningkat tapi telah dikategorikan sebagai bebek yang jumlahnya langka atau sedikit.

Jenis bebek ini bukan termasuk jenis bebek yag bisa terbang, sama seperti kebanyakan bebek yang diternakkan, sehingga mereka tidak bermigrasi. Bebek ini adalah jenis hewan yang tenang berkembang biak dengan baik di kolam, kandang dan peternakan. Jenis bebek ini merupakan pemburu yang baik, jenis makanan mereka adalah siput , serangga  atau jenis arthropoda dan sayuran hijau saudara terdekat mereka adalah jenis bebek murai dan bebek hookbills . Jenis bebek ancona ini bisanya dapat bertelur antara 210 sampai 280butir per tahun

Jenis bebek ini mempunyai bentuk kepala oval dan sedikit cekung , paruhnya panjang, dengan bintik hijau dan bulu di bagian bawah mata. Bebek ancona dewasa memiliki berat sekitar 6.5 pounds. Memiliki leher yang panjang dan berbentuk huruf S dengan bagian atas lebih kecil dan bagian bawah yang lebih luas. Anak bebek memiliki warna bulu kuning dengan bintik bintik. Bebek dewasa berwarna putih dengan motif bulu yang tidak sama dengan lainnya. Motif motif bulunya antara lain Hitam dan Putih, Biru dan Putih, Coklat dan Putih, Silver dan White, Lavender dan Putih, dan 3 warna .Paling umum adalah hitam dan putih, sedangkan kakinya berwarna  oranye.

Bebek Aylesbury



Bebek Aylesbury merupakan jenis bebek yang diternakkan untuk diambil dagingnya dan dipelihara untuk dijadikan bebek hias, sehingga penampilan bulunya harus bagus. Bulunya berwarna putih dan kaki berwarna oranye.

Banyak orang mengira setiap bebek putih merupakan jenis bebek aylesbury tetapi tidak demikian, karena bebekyang memiliki sedikit corak berwarna oranye atau kuning, sudah tercampur keturunannya dengan jenis bebek peking.

Jenis bebek ini cirinya adalah perutnya menyentuh tanah ketika bebek ini berdiri diam.

Bebek aylesbury adalah jenis bebek yang langka. Yang sering dijumpai orang adalah jenis bebek aylesbury yag telah disilangkan dengan jenis bebek pedaging yang lain. Karena orang mengira jika bebek itu berwarna putih maka akan dikira dan disebut sebagai bebek aylesbury.

Jenis bebek aylesbury ini dikembangkan pada awal abad ke 18 di kota aylesbury selatan London. Lambang kota ini juga adalah bebek aylesbury

Setelah dikenal jenis bebek peking pada tahun 1873, jenis bebek aylesbury sudah disilangkan sehingga jenis bebek aylesbury ras murni sulit dijumpai. Pada saat ini telah banyak dijumpai penangkaran jenis bebek aylesbury ras murni

Bebek Swedia Biru



Bebek Swedia Biru adalah jenis dari bebek peliharaan . Bebek Swedia Biru merupakan burung berukuran sedang yang beratnya antara 12 – 15kg. Bebek Swedia Biru jantan  biasanya lebih berat dibandingkan yang betina. Bebek Swedia Biru termasuk jenis bebek yang tenang. Mereka suka areal luas yang bebas dan sering terlihat berdiam diri di beberapa titik. Bebek Swedia Biru Ini berkembang biak dan  terdaftar di dalam Amerika Peternakan Breeds Conservancy .

Warna Biru bebek Swedia disebabkan heterosigositas dalam warna gen . Jika bebek Swedia biru dan itik jantan berkembang biak, kaum muda adalah biasa 25% / 50% / 25% rasio:

  • 25%: A homozigot bentuk, hitam biru di mana seharusnya.
  • 50%: Sebagai bebek Indukan.
  • 25%: The lainnya homozigot bentuk, memercikkan atau perak dengan kombinasi biru dan hitam dan putih.


Bebek jenis ini biasanya dikembang biakkan di areal yang luas

Bebek Buff Orpington



Bebek Buff Orpington adalah bebek yang didomestikasi (Domestic duck)atau dipelihara sebagai bebek yang dapat diternakkan untuk diambil telur (egg ) dan dagingnya (meat). Bebek Buff Orpington ini dapat menghasilkan telur sebanyak 220 butir telur per tahun.


Bebek Buff Orpington pertama kali ditemukan oleh William Cook dari Orpington, Kent, UK.  Bebek Buff Orpingtondiperkenalkan kepada khalayak ramai pada pameran Dairy Show,the Agricultural Hall (q.v.), Islington, London bulan Oktober tahun 1897

Bebek Dutch Hookbill


Bebek Dutch Hookbill adalah jenis bebek yang termasuk bebek yang dijinakkan atau diternakkan (domestic duck).  Bebek Dutch Hookbill sesuai dengan namanya berasal dari Belanda. Di Negara asalnya tersebut bebekini disebut Kromsnaveleend 

Bebek Dutch Hookbill termasuk jenis bebek yang sudah terdapat pada abad ke 17, bebek ini dikembang biakkan di daerah sepanjang kanal kanal  (canals ) yang pada umumnya banyak terdapat di Negara Belanda.

Pada saat ini Bebek Dutch Hookbill dikembang biakkan sebagai bebek yang dipakai untuk exebition atau pameran. Bebek ini mempunyai berat antara 2.3 kg sampai 2.8 Kg. Mempunyai beberapa macam warna yang umum yaitu warna gelap yaitu warna abu abu dan coklat, sering disebut jenis Dusky. Dan jenis yang disebut  White-Bibbed yang hampir sama dengan jenis dusky tetapi mempunyai warna putih juga dibagian depan dan bagian bulu utama badannya. Jenis lain adalah jenis yang warna utamanya adalah warna putih.

Bebek ini diexport ke Amerika Utara pada tahun 2000

ITIK ALABIO


Usaha tani itik alabio telah dilakukan sejak lama di Kalimantan Selatan dan merupakan usaha pokok masyarakat terutama di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Beternak itik ini dapat memberikan kontribusi yang memadai terhadap pendapatan keluarga. Skala kepemilikan bervariasi antara 200 hingga 7000 ekor/peternak. Usaha tani itik alabio kini sudah mengarah ke spesialisasi usaha yaitu produksi telur tetas, telur konsumsi, penetasan dan pembesaran.

Pengembangan itik alabio cukup prospektif karena ditunjang oleh ketersediaan bibit dan pasar,keterampilan peternak yang memadai, sosial budaya dan dukungan pemerintah daerah.

Permasalahan dalam beternak itik alabio adalah belum adanya standarisasi bibit, kualitas pejantan menurun, pencatatan produksi belum optimal, mahalnya harga pakan, ketersediaan bahan pakan lokal bergantung pada musim serta penanganan pasca panen dan penyakit yang belum memadai.

Untuk mengatasi permasalah di atas tersebut, dapat dilakukan pemetaaan wilayah untuk pemurnian itik alabio atau pembangunan village bredding center, penyuluhan tentang pencatatan produksi yang baik, seleksi pejantan unggul, pembuatan formula pakan yang berkualitas dan harga murah dengan memberdayakan sumber-sumber bahan pakan lokal, perbaikan penanganan pascapanen serta pencegahan dan pengendalian penyakit secara intensif terutama diruang penetasan dan lingkungannya.

Keunggulan itik alabio
  • Keragaan itik alabio meliputi hal-hal seperti berikut :
  • Produksi telur, 220 – 250 butir/ekor/tahun
  • Puncak Produksi 92,70%
  • Bobot Telur, 59 – 65 gram/butir
  • Konsumsi Pakan, 155 – 190 gram/ekor/hari
  • Dewasa Kelamin, 179 hari
  • Daya Tunas, 90,38%
  • Daya Tetas, 79,49 – 80 %
  • Mortalitas setelah menetas, 0.75 – 1%
  • Bobot Badan Betina umur 6 bulan, 1.60kg
  • Bobot Jantan umur 6 bulan, 1.75 kg

(Rohaeni dan Tarmudji 1994; BPTP Kalimantan Selatan 2005;Suryana dan Tiro 2007)

Standar SNI Itik Alabio Jantan
 
itik duo,bisa pedaging bisa petelur,trubus exo

Standar SNI Itik Alabio Betina
itik duo,bisa pedaging bisa petelur,trubus exo

Di samping itu, menurut Biyatmoko (2005a), itik alabio ini termasuk itik lokal unggul yang memiliki dwi fungsi karena selain mampu memproduksi telur yang tinggi, rata-rata 214,72 butir/tahun juga potensial sebagai penghasil daging di bandingkan dengan itik lokal lainnya. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki  itik alabio, maka pada tahun 1996, Balai Penelitian Ternak Ciawi, Balitnak Bogor melakukan persilangan antara itik mojosari dan alabio yang menghasilkan bibit itik (final stock) yang unggul dibandingkan tetuanya.

Dan pada tahun 2002 diadakan kerjasama antara Balitnak Ciawi Bogor dengan Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) kambing domba dan itik Pelaihari, Kalimantan Selatan untuk mengembangkan hasil persilangan tersebut dan menghasilkan itik hibrida petelur dan pedading unggul yang disebut sebagai itik MA-2000 atau yang lebih populer di kalangan peternak itik dengan sebutan itik raja (jantan) dan itik ratu (betina) .

Oleh : Suryana
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Selatan
Semoga bermanfaat!

Tentang Itik Indonesia


Sejak zaman kerajaan, ternak itik sudah dikenal dalam dunia perdagangan sebagai salah satu komoditi pertanian untuk  memenuhi kebutuhan daging dan telur di Indonesia. Salah satu bukti bahwa ternak ini sudah ada dan telah dibudidayakan pada zaman kerajaan adalah prasasti Sangsang 907 Masehi yang ditemukan di propinsi Jawa Timur. Dalam prasasti ini tertulis tentang berapa jumlah komoditi pertanian bebas pajak yang dapat diperdagangkan pada masa itu.

Ternak itik juga tercatat dalam prasasti Pucangan pada masa pemerintahan raja Anak Wungsu yang berkuasa di kerajaan Bali 1049-1077. Dalam prasasti ini tertulis bahwa raja mengabulkan permintaan rakyat untuk memelihara anjing dan itik. Selain itu, bukti berupa prasasti Prameshvara Pura 1275 yang ditemukan di daerah Probolinggo, propinsi Jawa Timur 2002 menyebutkan  pesan raja Sri Kartanegara kepada rakyat untuk memberikan sesajen seperti ayam, itik, telur dan uang.

Budidaya ternak ini terus berkembang hingga zaman pemerintahan Hindia Belanda, di mana pada saat itu, itik  impor sudah masuk ke Indonesia seperti khaki campbell dan peking. Tetapi masuknya itik impor ini, tidak begitu banyak mempengaruhi kegiatan budidaya yang memanfaatkan itik lokal Indonesia, lebih khusus peternak yang ada di pedesaan. Kegiatan ini terus berkembang dan telah telah banyak dibudidayakan hampir diseluruh wilayah Nusantara.

Indian Runner
Indian runner atau itik Indonesia yang oleh orang Belanda disebut Indiche-Loopend. Indian runner sudah ada di Indonesia sejak berabad-abad yang lalu adalah keturunan itik liar yang didomestikasi.  Sejak zaman kerajaan, unggas ini telah dibudidayakan khususnya oleh masyarakat yang berada di  pedesaan. Unggas ini tersebar dan dibudidayakan di daerah dataran rendah. Mulai dari propinsi Aceh sampai ujung timur wilayah Indonesia dapat dijumpai, sehingga oleh orang Belanda, unggas ini disebut “bebek rakyat atau bebek kampung”.

Pada tahun 1930, sebanyak 20 ekor Indian runner asal Comal propinsi Jawa Tengah di bawa dan dipamerkan  di Eropa. Indian runner kemudian diseleksi dan  dikembangbiakan di Eropa sehingga menghasilkan jenis unggul seperti khaki Campbell dll. Khaki Campbell adalah hasil kawin silang Indian runner dan Rouen jantan yang memiliki kemampuan bertelur melebihi Indian runner. Produksi telurnya dapat mencapai 250 – 350  butir  per tahun.

Itik Indonesia yang dikembangbiakan  di Eropa adalah Indian runner putih, sedangkan yang dibudidayakan di Indonesia adalah merah tua kecokelatan atau warna jarakan. Dengan pemeliharaan yang baik, mereka dapat menghasilkan sekitar 250-300 telur setahun tetapi bila digembalakan di sawah, mereka hanya mampu bertelur sekitar 130 – 200 pertahun.

Untuk menjaga dan mempertahan karakteristik serta kemurnian Itik lokal, kemudian dibentuklah sentra peternakan di beberapa wilayah Indoneia. Adapun sentra peternakan itik yang dikenal adalah peternakan itik Alabio di propinsi Kalimantan, itik Tegal di provisi Jawa Tengah, itik Mojosari di provisi Jawa Timur dan itik Bali di Pulau Bali.
Semoga bermanfaat!

Muscovy Duck – Bebek Manila


Muscovy duck  adalah unggas air yang termasuk dalam keluarga  (genus) Cairina (Cairina moschata) berasal dari Meksiko, Amerika Tengah  dan Amerika Selatan. Selain itu, unggas ini memiliki beberapa nama daerah seperti Indian Duck, Muscovite duck, Guenia duck, Turkish duck, Pato dll. Sedangkan dalam konteks kuliner, unggas ini disebut Bebek Barbary, dan di Pulau Jawa, Indonesia bebek ini dikenal dengan mentok (entoq) atau bebek Manila.

Penampilan
Bentuk tubuh bebek Muscovy memiliki perawakan sedang hingga besar. Di alam liar, berat Muscovy mencapai 3–7kg. Sedangkan di penangkaran, muscovy jantan dapat mencapai 10 kg. Secara fisik, bebek Muscovy memiliki ciri-ciri seperti berikut :
  • Kepala besar, pada kepala sebelah kiri dan kanan terdapat gumpalan kulit atau kutil berwarna merah terang.
  • Paruh pendek, sempit dan mendatar berwarna kekuningan
  • Leher pendek dan besar
  • Dada lebar dan besar
  • Kaki pendek, kuat berwarna jingga kekuningan
  • Sayap panjang dan kuat
  • Bulu-bulu, umumnya berwarna hitam bercampur biru, ada juga yang dominan  putih
  • Di alam liar, mereka dapat terbang jauh.
  • Ekor lebar dan pendek
  • Badan besar dan mendatar
  • Kuku panjang dan tajam
  • Kulit tubuh kuning
  • Pada pangkal paruh bagian atas terdapat daging tumbuh


Perilaku dan Makanan
Satwa liar ini merupakan penghuni hutan rawa, danau, sungai dan lahan pertanian, dan pada waktu malam hari, unggas ini selalu bertengger di pohon. Spesies ini, merupakan hewan pemakan segala, sumber makanan mereka peroleh  dari permukaan air dangkal berupa ikan kecil, reptil, serangga, serta tanaman mudah ataupun biji-bijian.

Unggas ini tidak berisik seperti halnya perilaku itik domestik. Entoq betina mengeluarkan suara mendesis  seperti desisan ular. Sedangkan jantan akan mengeluarkan suara desisan tajam, sambil menggerakan kepala dan ekor, bila ada predator atau hewan pengganngu lainnya.

Kebiasaan Berkembangbiak
Perilaku kawin bebek muscovy  seperti bebek mallard, di mana pasangan mereka tidak bertahan lama. Saat betina mulai mengerami telur, jantan akan meninggalkannya dan bergabung dengan kelompok jantan lainnya. Biasanya betina bersarang pada lubang-lubang pohon. Setelah bertelur sekirar 8 – 16 butir, ia akan mengerami telurnya selama 35 hari. Selama itu puIa induk betina jarang meninggalkan sarang, kecuali untuk mencari makan atau air.
Pada dasarnya bayi itik muscovy memiliki sifat pracocial, artinya mereka lahir dengan mata terbuka dan bisa berenang, tetapi cuaca dingin dapat berakibat buruk dan mengancam kehidupan bayi ini. Setelah menetas dan keluar dari cangkangnya, mereka akan tetap bersama induknya untuk mendapatkan kehangatan. Mereka akan tinggal bersama induknya selam kurang lebih 10 – 12 minggu untuk dapat hidup mandiri.

Domestikasi
Di Indonesia, itik manila (entok) banyak dipelihara di daerah pedesaaan dan umumnya dimanfaatkan sebagai induk, untuk mengerami telur itik local ataupun telur ayam kampung.

 Bebek Muscovy peliharaan tidak dapat terbang jauh seperti Muscovy liar. Selain dimanfaatkan untuk mengerami telur itik local dan ayam, mereka juga dipelihara untuk diambil daging dan bulu-bulunya. Di pedasaan itik tidak dikandangkan tetapi dibiarkan berkeliaran bebas, mereka mencari makanannya sendiri, baik di danau, pantai, rawa atau sungai. Sering juga pemilikinya memberikan makanan tambahan berupa dedak padi dan makanan sisa serta sayuran.

Peternakan entok tidak berkembang seperti peternakan itik petelur local,  karena perkembangbiakan mereka lambat serta jumlah telur sedikit. Tetapi unggas ini sering dikawin silangkan dengan bebek domestic yang menghasilakan itik hibrida pedaging unggul yang disebut mule duck.

Mule duck
Itik serati, mule duck, moulard duck adalah sebutan untuk bebek  hibrida (perkawinan silang itik Anas platyrchynchos domesticus dengan muscovy Cairina moschata domesticus). Di Taiwan, salah satu mule duck yang banyak diternak, diperoleh dari hasil perkawinan silang antara bebek Kaiya betina, peking jantan dengan bebek Tsiaya, dan dengan bebek muscovy. Di Indosesia, itik serati ini merupakan hasil perkawinan silang antara itik alabio betina dengan muscovy jantan.

Masakan
Masakan daging entoq merupakan salah satu masakan yang disukai penduduk desa. Selain memiliki daging yang empuk, liat dan gurih, daging entok memiliki nilai gizi cukup lengkap dan tidak kalah dengan daging sapi, ayam , domba dan kambing.  Salah satu kelebihan lainnya adalah daging bebek mengandung lemak yang lebih rendah dari daging hewan di atas.

Bebek bakar atau bebek panggang merupakan hidangan bebek yang paling disukai. Di daerah Minahasa, daging bebek merupakan salah satu makanan favorit dan selalu ada dalam berbagai acara resepsi. Orang Manado menyebut masakan ini dengan nama Bebek Garo Rica. Hidangan ini berupa daging bebek yang di potong-potong dadu dengan berbagai bumbu dapur, seperti jahe, kunyit, garam, serai, daun jeruk nipis, daun bawang. kemangi, bawang merah, dan cabai pedas.

Bebek Mallard


Mallard duck adalah burung liar yang hidup dan berkembang biak di hutan basah. Mereka dapat ditemukan di hutan danau, kolam, sungai ataupun rawa. Mallard merupakan salah satu jenis unggas air yang berkembang biak dengan cara bertelur, dan merupakan nenek moyang hampir semua itik domestik. Pada musim bersarang para mallard akan membentuk kelompok migrasi dan terbang kembali ke daerah asal untuk berkembang biak.

Perilaku bersarang mallard duck, sama halnya dengan kebiasaan bersarang jenis itik bertengger lainnya. Mereka membuat sarang di rongga dahan pohon, biasanya sarang berada dekat sungai, kolam, rawa dan sungai, ataupun bersarang dikotak sarang (sarang tiruan). Tetapi sarang mereka juga dapat ditemukan jauh dari sumber air. Sarang dibangun dari ranting pohon, rumput dan daun kering, serta dilapisi dengan bulu dada sang betina.

Setelah periode kehamilan sekitar 30 hari, mallard duck betina akan meletakan telur di sarang sekitar 7 – 14 telur. Telur mallard berbentuk bulat oval, berwarna hijau pucat atau biru kehijauan. Setelah mallard betina meletakan telur terakhir dalam kopling, mallard jantan akan meninggalkannya dan bergabung dengan kelompok mallard drake untuk molting bulu. Proses inkubasi dilakukan sendiri mallard betina selama 25 hari. Selanjutnya pada hari 26 sampai hari 28, anak itik akan berusaha keluar dari telur dengan cara mematuk kulit telur hingga retak. Mereka mematuk kulit telur secara melingkar, setelah lingkaran retakan terbentuk anak itik akan mendorong kulit telur. Periode penetasan ini berlangsung hingga hari ke 28.

Fakta menarik tetang anak adalah mereka dilahirkan dengan mata terbuka dan bersifat pre-cocial, yang berarti sejak lahir mereka sudah bisa berenang sendirian tanpa perlu bantuan dari orang tuanya. Tetapi cuaca yang dingin dapat berakibat buruk anak itik. Anak itik umur 1 – 3 minggu membutuhkan kehangatan dari sang induk betina.

Mallard dan sarang mereka dilindung oleh Wildlife dan Desa Undang-Undang 1981, bagi siapa yang melakukan suatu pelanggaran atau dengan sengaja membunuh, melukai atau mengambil burung liar, merusak atau menghancurkan sarangnya, telur atau muda. Oleh karena itu, penting untuk tidak mengusik itik  yang sedang dan akan bersarang, karena ia harus diizinkan akses kesarang mereka. Jika menemukan sarang yang penuh dengan telur, anda tidak boleh mengganggu mereka.

Selasa, 28 Maret 2006

Beberapa Teknik Laba-Laba dalam Menjaring Mangsa

Kebanyakan orang mengira bahwa laba2 adalah hewan yang menggunakan jaring untuk menangkap mangsanya. Namun perkiraan ini sama sekali tidak menceriterakan kisah laba-laba secara keseluruhan, karena jaring-jaring yang ajaib dari segi arsitektur maupun dari segi rekayasanya bukan lah satu-satunya cara laba2 untuk menangkap mangsanya. Disamping membuat jaring, laba2 menggunakan taktik-taktik lain yang menakjubkan saat berburu.

1. Laba-laba Pelempar Lasso
Dari sekian banyak spesies laba-laba, salah satu yang paling menarik karena teknik-teknik berburunya adalah laba2 “Bolas”. Berdasarkan hasil riset rinci terhadap mahluk ini, seorang pakar laba2, Dr. Gertsch, menemukan bahwa laba-laba ini menggunakan hidungnya untuk menangkap mangsanya.
 
Banyak orang mengira kalau laba2 adalah serangga. Namun, ilmuwan mengklasifikasikan laba2 dalam kelas arachnid (bersama kalajengking, kutu, tungau), yang dalam beberapa hal berbeda dengan serangga. Laba2 mempunyai delapan kaki, sementara semut, lebah, kumbang, dan serangga lain hanya mempunyai enam kaki. Kebanyakan serangga juga mempunyai sayap dan antena sedangkan laba2 tidak. Arachnid termasuk filum Artropoda.
Di dunia terdapat lebih dari 30.000 jenis laba-laba yang diketahui, dan bisa dikelompokkan dari cara hidupnya.
a) Laba-laba pemintal jaring membuat jaring untuk menangkap serangga.
b) Laba-laba pemburu mengejar serangga atau menunggu mereka.
Dari segi struktur tubuh seperti taringnya, laba-laba dikelompokkan atas laba-laba sejati dan tarantula
Dalam buku yang sama, penulisnya mengevaluasi pergerakan laba-laba yang terencana ini dengan istilah-istilah berikut:
 
  • Menyiapkan bandul lengket di ujung benang.
  • Membuat dan melepaskan dari tubuhnya zat bau yang dibuat ngengat betina untuk memikat pasangan jantannya.
  • Melemparkan lasso pada mangsanya lebih cepat dari pandangan manusia.
  • Membidikkan lasso tepat mengenai mangsanya.
  • Akhirnya, membuat benang khusus yang dapat menjaga kesegaran mangsa, serta membungkusnya


2. Pintu-perangkap Untuk Hidup di Gurun

Saat memburu mangsanya, laba-laba pintu-perangkap hanya meletakkan kaki-kaki depannya di luar.
 

Gambar ini memperlihatkan jalan masuk ke pintu jebakan sarang laba-laba.

3. Laba-laba Penyamar Yang Ulung
 
Bertentangan dengan kepercayaan umum, banyak jenis laba-laba berburu tanpa membangun jaring. Salah satunya adalah Laba-laba kepiting. Ia menyamarkan dirinya pada bunga-bungaan dan menyantap lebah-lebah yang hinggap padanya.
 

4. Berburu Dengan Jaring Tangga Melingkar
 
Bagi banyak mahluk hidup, jaring laba-laba merupakan perangkap maut. Namun ada beberapa mahluk yang dapat selamat dari perangkap maut ini. Sebagai contoh, ngengat-biasa tidak mempan terhadap jaring laba-laba karena debu pada tubuhnya menutupi perekat pada jaring dan membuatnya menjadi tidak efektif. Berkat debu inilah ngengat dapat lolos dengan mudah.
Namun ngengat masih dapat terjerat oleh jaring yang konstruksinya tidak biasa. Jaring laba-laba Skoloderus, yang tinggal di daerah tropis, berbeda dari kebanyakan jaring, dan tampilannya mirip dengan kertas-lalat. Dengan cara ini, Skoloderus mudah menangkap ngengat. Laba-laba Skoloderus membangun jaring yang panjangnya satu meter dengan lebar 15-20 sentimeter, mirip sebuah tangga. Ngengat yang tertangkap jatuh ke dasar jaring. Selama jatuh, ngengat kehilangan sebagian besar debu pelindung yang mencegahnya menempel pada jaring biasa, dan akhirnya terjerat dalam perangkap Skoloderus

5. Laba-laba Pelempar-Jala: Dinopis
 

Jaring Dinopsis, tidak seperti milik laba-laba lain, mempunyai keunikan berupa dilemparkan kepada korbannya. Gambar-gambar tersebut menunjukkan tahap-tahap dari teknik perburuan Dinopis. Laba-laba ini bergantung pada seutasbenang yang dicantolkannya pada sebuah dahan atau ranting. Lalu ia menunggu untuk menyergap. Tidak ada jalan kabur bagi mangsa yang lewat di bawahnya. Laba-laba ini tiba-tiba melompat dan melemparkan jaringnya kepada mangsanya.

6. Laba-laba Portia: Penipu Ulung
 
Laba-laba Portia meniru dan memburu spesiesnya sendiri. Misalnya, Portia (bawah), dalam gambar ini, menipu Euryattus betina (atas) yang tinggal di daun tergulung yang ditahan dengan benang-benang sutera, dengan meniru upacara perkimpoian laba-laba Euryattus.
Berbeda dari kebanyakan laba-laba, selain membuat jaring, laba-laba Portia Fimbriata memburu mangsanya jauh dari jaringnya sendiri. Keistimewaan lain dari Portia adalah lebih menyukai spesiesnya sendiri dibanding serangga lain sebagai makanannya. Oleh karena itu, medan perburuannya umumnya jaring-jaring laba-laba lain. Saat berburu, ia menggunakan strategi menarik.

7. Teknik Memancing Dari Laba-laba Dolomedes
 
Spesies laba-laba ini dapat bergerak dengan nyaman di atas air, berkat cairan tahan air pada kaki-kakinya. Gambar ini menunjukkan seekor laba-laba air yang baru saja menangkap ikan.
 
 
Laba-laba yang menunggu untukmenyergap di jaring mereka yang ringkih dan bersembunyi di tengah rerimbunan, diciptakan sebagai mesin pembunuh sejati. Mereka bahkan dapat berjalan di air untuk berburu (bawah). Jika perlu mereka dapat membangun sebuah lonceng dan hidup di bawah air.

8. Teknik Menyelam Laba-laba Lonceng

   


a) Laba-laba rakit bersiap untuk berburu di air.
b) Laba-laba tersebut, yang merasakan gerakan di dalam air dengan kaki-kakinya, menunggu tak bergerak sampai seekor ikan “Golyan” mendekat.
c-d) Setelah menangkap dan meracuni ikan itu, ia membawanya ke darat

9. Laba-laba Yang Menyerupai Roda
   


Laba-laba ini, yang sengaja membangun sarangnya di puncak bukit pasir, melenting begitu lebah liar mulai menggali sarangnya.
(Bawah) untuk memperoleh kecepatan, pertama laba-laba mengambil beberapa langkah, kemudian, sambil melipat masuk kelima kakinya yang berhubungan, ia bergerak cepat, seperti roda yang berguling menuruni bukit.
Ketika menghadapi bahaya, beberapa spesies laba-laba di gurun Namibia, Afrika Barat-Daya, menarik kaki-kakinya sehingga membentuk tubuhnya tepat seperti roda. Dengan gerakan jungkir-balik yang berulang, ia menjauh dari bahaya dengan cepat.
Ukuran laba-laba ini sekitar 2,5-3 sentimeter dan dapat bergerak dengan kecepatan 2 meter per detik. Sebagai bahan perbandingan, putaran tubuh laba-laba dalam bentuk rodanya sama dengan putaran roda kendaraan dengan kecepatan 40 kilometer per jam.





Strategi Binatang Gurun Menghadapi Suhu Panas

1. Unta Dromedari
Dromedari, anggota suku unta, sanggup menahan perubahan suhu tubuh yang lebih besar daripada kebanyakan binatang berdarah panas lainnya. Suhu tubuhnya dapat berkisar antara 34-41 derajat C.
 
Karena suhunya turun sangat drastis pada malam hari, unta tersebut tetap merasa dingin untuk jangka waktu yang lebih lama pada siang hari berikutnya. Dengan demikian, uap air yang hilang melalui keringat unta hanya sedikit.

2. Kadal Gurun 
 
Selama siang hari, kadal gurun menggali lubang dengan kakinya yang berjumbai. Lubang di bawah permukaan relatif dingin. Penutup di atas mata dan lubang hidungnya menahan butir-butir pasir.

3. Kalajengking 
 
Pada siang hari, beberapa kalajengking masuk ke dalam lubang agar tetap dingin dan muncul untuk berburu setelah matahari terbenam.

4. Celepuk Kaktus 
 
Di barat daya Amerika Serikat, celepuk kaktus yang kecil bersarang di kaktus saguaro atau pohon gurun pada siang hari dan keluar terbang tinggi untuk berburu serangga dan larva serangga dalam lindungan kegelapan.

5. Rubah Fennec
 
Rubah fennec kecil Afrika Utara menunggu datangnya senja di bawah naungan batu. Telinga sepanjang 15 cm itu membantu mendinginkan tubuh dengan membuat permukaan luas untuk menyebarkan panas.

6. Jerboa 
 
Jerboa Afrika Utara tidur di lubangnya selama siang hari. Binatang ini tidak minum air karena dapat memproses sedikit air yang diperlukannya dari biji-bijian yang dikumpulkannya.

7. Tikus Kangguru
Tikus kangguru berekor cemeti terdapat di gurun Amerika Utara. Hidupnya dalam lubang bawah tanah yang dalam.
 
Tikus ini dapat melompat seperti kangguru dan menggunakan ekornya untuk keseimbangan. Binatang ini menjadi giat pada malam hari ketika gurun menjadi dingin.

Tikus ini tidak minum air karena memperoleh air yang dibutuhkannya dari biji-bijian.

8. Adaks
Adaks adalah antelop besar Afrika Utara yang pada saat dewasa dapat mencapai berat 135 kg.
 
Seperti penghuni gurun lainnya, termasuk beberapa jenis antelop lainnya, adaks memperoleh air dari tumbuhan.

Dengan merumput pada pagi atau sore hari, antelop ini dapat hidup berminggu-minggu tanpa minum.

9. Kura-kura Darat
Kura-kura darat membawa air dalam cadangan di bawah cangkangnya. Reptilia sangat cocok dengan iklim gurun.
 
Binatang ini memperoleh sebagian besar airnya melalui makanan dan hampir tidak melepaskan air sedikit pun melalui kulit.

Seperti halnya tikus kangguru, reptilia mampu mengeluarkan sisa makanannya dalam bentuk sangat pekat dengan cairan sedikit saja.

Sumber